fakta tentang orgasme

OktoMedia – Bicara urusan ranjang, orgasme bisa jadi satu topik yang kerap dibahas. Termasuk pada wanita, orgasme yang dialami kadang masih membuat bingung pasangan.

Nah, untuk itu tak ada salahnya Anda simak fakta-fakta soal orgasme wanita yang penting diketahui, seperti dirangkum  dari berbagai sumber berikut ini.

     1. Wanita butuh waktu lebih lama untuk orgasme

Pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda MS mengatakan patut dipahami bahwa untuk mencapai orgasme, wanita butuh waktu lebih lama dibandingkan pria. Masalahnya, pada wanita tidak cukup hanya rangsangan fisik untuk memicu birahinya.

“Tapi, wanita memerlukan pula rangsangan psikis dengan kelembutan (Tender Loving Care) saat foreplay. Dengan demikian, suami perlu melakukan foreplay lebih lama dan jangan tergesa-gesa melakukan penetrasi penis ke dalam vagina,” kata dr Andri.

  1. Bikin wanita beringas

Saat orgasme, wanita bisa memunculkan ekspresi fisik yang dipicu oleh orgasme yang hebat, hingga ia mencapai puncak kenikmatan seksual. Kadang kala, ekspresi fisik ini bisa dianggap suami membuat sang istri jadi lebih ‘beringas’.

“Ekspresi fisik yang ditunjukkan wanita bisa dalam bentuk erangan, jeritan dan suara. Misalnya pada wanita Barat dia akan berteriak ‘Ohmy God, I come, I come’. Juga bisa dalam bentuk menjambak rambut suaminya, memeluk erat-erat, kadang-kadang menggigit, menyakar bahu suaminya,” kata dr Andri.

Demi cinta dan sayang, lanjut dr Andri, sudah seyogianya suami ikhlas menerima perilaku orgasme istri. Apalagi, ketika pasutri bisa menikmati orgasme, yang memicu keluarnya hormon endorphin dalam darah yang amat berguna untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh.

fakta-tentang-orgasme

  1. Punya tanda kasat mata dan tidak kasat mata

Ketika wanita orgasme, ada tanda kasat mata dan tidak kasat mata yang ia tunjukkan. dr Andri menyebutkan, tanda-tanda perempuan mencapai bisa tampak secara kasat-mata di antaranya wajahnya meregang, kemudian ia mengerang, disusul dengan gerakan lengan yang memeluk erat-erat suaminya.

Sementara, secara tidak kasat mata tanda yang ada di antaranya dinding vagina mengejang, klitoris (klentit) mengeras, disusul lubrikasi (pelendiran vagina) susulan yang pertama muncul saat foreplay.

“Akan tetapi, perilaku perempuan saat orgasme dipengaruhi pula oleh, budaya, etnis dan pendidikannya. Pernah ada penelitian yang merekam suara erangan perempuan saat orgasme yaitu ada yang cuma mendesah, ada pula yang menjerit-jerit, juga ada yang hanya memejamkan matanya saja,” kata dr Andri.

Baca Juga : Empat Efek Buruk Dari Kebiasaan Masturbasi

  1. Bisa dicapai tanpa penetrasi penis

dr Andri mengatakan perilaku seksual setiap wanita berbeda. Ada yang bisa orgasme saat penetrasi penis ke dalam vagina, tapi ada pula yang hanya bisa orgasme dengan seks oral atau dengan kata lain, bisa dicapai tanpa penetrasi penis.

“Hal ini berkaitan dengan zona erotik tubuh yang paling peka. Jika saat mendapat seks oral istri sudah orgasme, kemungkinan zona erotik istri yang paling peka terletak pada klitoris dan g-spot yang keduanya terletak pada ‘mulut’ vagina,” kata dr Andri.

Jika kondisinya seperti itu, dr Andri menyarankan suami mengimbau istri agar saat mendapat seks oral dan ia merasakan hampir orgasme, maka istri mesti memberi aba-aba. Nah, saat itulah seks oral dihentikan lalu lakukan penetrasi penis ke dalam vaginanya.

  1. Meningkatkan peluang hamil

Studi yang dilakukan University College Cork menyebut jika seorang perempuan mencapai klimaks saat bercinta, maka peluang kehamilannya bisa meningkat sebesar 15 persen. Studi ini melibatkan enam perempuan berusia 26 hingga 52 tahun. Mereka diminta mencatat waktu orgasmenya di rumah, juga diminta menggunakan sperma imitasi serta beberapa perlengkapan lainnya.

Jadi para perempuan ini harus melakukan ‘latihan’ untuk mencapai orgasme. Beberapa orang yang tidak mencapai orgasme setelah bermasturbasi dilaporkan mengalami frustrasi seksual. Sementara mereka yang berhasil orgasme diminta memasukkan 5 ml sperma imitasi dan juga piranti yang bisa mengukur seberapa banyak sperma imitasi ditahan.

Ternyata perempuan yang telah mendapatkan orgasme memiliki kemampuan menahan lebih banyak sperma imitasi. Peneliti berkesimpulan dengan menahan lebih banyak sperma, maka peluang mendapatkan kehamilan juga akan meningkat antara 10-15 persen.

Sumber – Detik.com