OktoMedia – Masturbasi dilakukan baik oleh pria mau pun wanita dan hingga saat ini para ahli tidak memiliki batasan pasti tentang seberapa sering normalnya masturbasi dilakukan.

Hanya saja apabila sudah sampai menggangu fungsi kehidupan sehari-hari, maka dapat dibilang kebiasaan masturbasi sudah tidak sehat. Bila sudah demikian maka bukan manfaat yang bisa didapat melainkan risiko efek buruknya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut empat dampak buruk ketika masturbasi sudah tak sehat:

1. Berkurang sensitivitas

Psikolog perkawinan dan keluarga dari Klinik Rumah Hati, Wulan Ayu Ramadhani, mengatakan orang yang sering masturbasi lewat stimulasi seks secara visual, seperti majalah atau video porno, terkadang hubungan intim dengan pasangan menjadi berkurang.

“Bisa jadi terjadi karena pemuasan diri sendiri dianggap lebih memuaskan ketika berhubungan dengan pasangan, meskipun tidak selalu,” kata Wulan.

2. Ejakulasi dini

Pakar seks Dr Andri Wanananda MS, mengatakan masturbasi relatif normal bila dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari. Namun bila sudah terlalu sering bisa ada dampak terjadi ejakulasi dini saat bercinta dengan pasangan.

“Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat masturbasi karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini,” tutur Dr Andri

3. Cedera

Sebuah kasus di Nigeria dilaporkan seorang laki-laki yang mematahkan penisnya sendiri saat sedang melakukan masturbasi. Ia memegang pangkal penis dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah kirinya, kemudian memutar penis ke arah tangan kanan.

Kemudian ia mendengar suara ‘klik’ yang diikuti oleh rasa sakit dan menyebabkan penisnya patah. Tapi ia termasuk beruntung karena masih bisa melakukan ereksi 5 hari setelah operasi

4. Berujung Kecanduan

Dampak kecanduan yang disebabkan oleh masturbasi masih menjadi perdebatan di antara kalangan ahli. Namun bagi terapis Dee Wagner kepada Medical Daily, menurutnya masturbasi yang terlalu sering akan menstimulasi otak seperti narkoba.

Untuk memperoleh kenikmatan yang sama seseorang perlu melakukannya lebih intens dan ini sudah termasuk kecanduan.

Sumber -. Detikcom